SMAN 1 Randublatung

Jl. Blora No. 37 Randublatung, Blora, Jawa Tengah

Ajar Ngluhurake Ambangun Nagara

Anti Hoax Sang Pendidik

Sabtu, 04 Nopember 2017 ~ Oleh Novy Kris Zaini ~ Dilihat 600 Kali

BE SMART NETIZEN 

Pernahkah kalian mendapat pesan yang merupakan berita atau informasi? Apakah kalian selanjutnya meng-share pesan tersebut melalui media sosial? Tetapi sudahkah kalian mengecek kebenaran berita tersebut sebelum di share?

Di era modern seperti sekarang ini tentu tidak asing dengan media social. Informasi dengan mudah menyebar, bahkan dengan hitungan detik. informasi yang belum tentu kebenarannya atau palsu-pun bisa cepat tersebar. Informasi atau berita palsu ini disebut hoax. Dalam cambridge dictionary , kata hoax sendiri berarti tipuan atau lelucon. Kegiatan menipu, trik penipuan, rencana penipuan disebut dengan hoax.

Pernah ada kabar “minuman serbuk berbahaya untuk saluran pernafasan, pembukaan cpns besar-besaran tahun 2017, makan ikan laut bersamaan daging menyebabkan keracunan.” Berita tersebut hanya contoh kecil berita palsu alias hoax.

Remaja merupakan pengguna medsos yang rentan menyebarkan berita hoax. Karena sifat reaktif dan kritisnya, mereka tanpa berpikir panjang menyebarkan pesan/ informasi palsu tersebut. Oleh karena itu, pendidikan di sekolah sangat berperan penting dalam memeranginya. Tugas guru semakin berat untuk mengedukasi siswa tentang bahaya berita hoax, karena masa depan bangsa kita ada ditangan mereka.

Berikut cara mengidentifikasi berita hoax:

Menurut David Harley dalam buku Common Hoaxes and Chain Letters (2008), ada beberapa aturan praktis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi hoax:

  • terdapat kalimat "Sebarkan ini ke semua orang yang Anda tahu, jika tidak, sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi”.
  • Tidak ada tanggal kejadian
  • informasi hoax biasanya tidak menyertakan tanggal kejadian atau tidak memiliki tanggal yang realistis atau bisa diverifikasi, misalnya "kemarin" atau "dikeluarkan oleh..."
  • tidak tercantum sumber yang valid

selain itu berikut dirangkum secara umum cara mengidentifikasi berita hoax:

  1. Judul bersifat provokatif,

Pertama kali yang dibaca jika memperoleh suatu berita adalah judulnya. Apabila judulnya menarik, maka pembaca akan penasaran dengan berita tersebut.

  1. Amatilah situsnya, resmi atau tidak

Apabila menerima pesan dari medsos, lihat terlebih dahulu situs webnya.

  1. Periksa kebenaran, dan
  2. Periksa keaslian foto.

Setelah kita memperoleh pesan/ informasi , perlu mengidentifikasi terlebih dahulu, apakah informasi tersebut benar atau hoax. Karena jika informasi tersebut tidak benar, tentunya akan ada dampak negatifnya.

 

Dampak negatif berita hoax:

Dengan banyaknya berita hoax yang beredar, tentu menimbulkan dampak negatif dikalangan masyarakat. dampak berita hoax yang dimuat oleh Republika.co.id, menjelaskan beberapa dampak negatif yang dihasilkan oleh berita hoax :

  1. Hoax akan menyasar emosi masyarakat
  2. Menimbulkan opini negative sehingga terjadi disintergratif bangsa
  3. Memberikan provokasi dan agitasi negative
  4. Menyulut kebencian, kemarahan, hasutan kepada orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dan sebagainya)

 

Mengedukasi Siswa, Keluarga dan Kolega Memerangi Hoax

Budaya baca yang rendah, masyarakat menelan informasi secara instan tanpa berupaya mencerna secara utuh (DuniaPerpustakaan, 2017). Oleh karena itu masyarakat khususnya remaja kesulitan membedakan suatu berita itu benar atau hoax.

Sebagai sang pendidik merupakan kewajiban untuk mengedukasi siswa memerangi hoax. Berikut beberapa cara memerangi hoax:

  1. Membudayakan gemar membaca.

Penyebab berita hoax marak beredar di media sosial karena masyarakat kurang banyak baca (Tempo, 2017).

  1. Aktif dalam forum anti hoax
  2. Berikan beberapa contoh berita hoax

Siswa diminta menyebutkan beberapa contoh berita hoax. Kemudian dianalisis bersama-sama.

 

Memerangi berita hoax tidak hanya dapat dilakukan di sekolah, namun dalam lingkup keluarga kita bisa ikut andil. Misalnya saat bersantai dengan keluarga, kita bisa berbincang mengenai berita hoax. Dan sharing info dalam forum gerakan anti hoax.

Penulis yang hanya manusia biasa juga tidak luput dari konsumen berita hoax. Saya pernah mendapat kiriman pesan melalui WatshApp mengenai pembukaan cpns keguruan pada tahun 2017. Namun setelah saya cek disitus resmi, ternyata berita tersebut hanya hoax.

Selain itu ada kabar bahwa minuman serbuk dapat mengganggu system pernafasan. Namun setelah saya Tanya ke Dokter terdekat ternyata berita itu tidak benar.

Saat itu saya berfikir, mengapa saya bisa terlena dengan berita tersebut? ternyata hoax harus diperangi mulai dari diri sendiri. Jadilah orang yang berfikir kritis, masyarakat yang cerdas untuk memerangi hoax. Pastikan kita dan orang terdekat tidak menyebarkan berita hoax.

 

 

Sumber:

Dunia Perpustakaan. 2017. Literasi Rendah Ladang Hoax: Warga Membaca Berita Tak Sampai 1 Menit! Di http://duniaperpustakaan.com/literasi-rendah-ladang-hoaxwarga-membaca-berita-tak-sampai-1-menit/ (4 November 2017).

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemberitaan_palsu

http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/hoax#translations,diakses tanggal 4 November 2017

republika.co.id (diakses tanggal 4 November 2017)

Tempo. 2017. Penyebab Berita Hoax Beredar: Masyarakat Kurang Banyak Baca. Di https://m.tempo.co, 4 Januari 2017 (Akses 4 November 2017).

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Sudarmanto

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa oleh karena nikmat dan Nugerah-NYA sehingga website sekolah SMAN 1 Randublatung secara…

Selengkapnya